Perempuan Haruskah Disunat?
Sunat
pada pria bertujuan untuk membersih bagian intimnya yang juga ternyata
dapat mencegah perkembangan penyakit kanker prostat. Namun, bagaimana
dengan sunat pada perempuan terhadap kesehatannya?
Sunat perempuan masih banyak dilakukan di beberapa daerah di Indonesia.
Sunat ini dilakukan dengan cara memotong salah satu bagian dari organ
kelamin perempuan yang disebut dengan klitoris. Tindakan ini dipercaya
bisa membuat perempuan sulit untuk mencapai orgasme ketika berhubungan
seks.Klitoris adalah bagian dari alat kelamin perempuan yang berbentuk seperti kacang dan akan mengeras ketika menerima rangsangan seksual. Bagian ini juga diakui sebagai area yang paling sensitif bagi perempuan. Dengan menghilangkan bagian ini, banyak orang yang beranggapan bahwa perempuan tidak akan lagi bisa mencapai orgasme. Namun kenyataannya, perempuan masih dapat orgasme dengan berbagai cara.
“Memotong klitoris di usia belia akan mempengaruhi pengalaman seksual perempuan, namun tidak secara langsung menghambat kemampuan mereka untuk dapat mengalami orgasme,” ujar dr. Laura Berman, LCSW, PhD, seorang terapis seks dan pembawa acara di Amerika Serikat.
“Penelitian telah menunjukkan bahwa perempuan yang dipotong klitorisnya tetap dapat mencapai orgasme saat berhubungan seks dengan tingkat yang sama seperti perempuan yang tidak dipotong,” lanjutnya.
Menurut dr. Berman, seperti dilansir oleh Everyday Health, yang menghalangi kemampuan untuk mengalami orgasme adalah beberapa efek samping dari seks ketika sudah mengalami pemotongan klitoris. Selain keluarnya cairan berwarna kekuningan dan berbau busuk, beberapa perempuan yang tidak lagi memiliki klitoris mengalami nyeri pada punggung dan sensasi gatal di daerah vaginanya.
Penelitian juga menunjukkan bahwa perempuan yang dipotong klitorisnya lebih memungkinkan untuk melaporkan bahwa payudaranya menjadi bagian tubuh yang paling paling sensitif di antara bagian tubuh lain, bahkan dibandingkan dengan daerah vaginanya.
“Yang terpenting adalah perempuan mengenali efek samping yang berbeda karena pemotongan klitorisnya. Jadi, tetaplah rileks selama berhubungan seks dan jangan memfokuskan diri terlalu keras untuk mencapai orgasme. Jika terlalu banyak stres, maka perempuan tidak akan dapat bersantai dan memungkinkan orgasme terjadi secara alami,” jelas dr. Berman.
Dr. Berman juga menyarankan untuk merangsang G-spotnya, yaitu area yang terletak pada dinding vagina dan di belakang tulang panggul. Jika ingin mengalami orgasme selama hubungan intim, ada baiknya area paling sensitif untuk bercinta ini dirangsang agar gairah perempuan menjadi lebih tinggi.
Berdasarkan info, 85 persen dari sunat perempuan dilakukan di daerah Afrika pada anak perempuan berusia antara 4 hingga 8 tahun. Diperkirakan pula bahwa sebanyak 135 juta orang perempuan di dunia telah disunat. Praktik ini masih banyak dilakukan secara luas di Afrika dan beberapa negara Timur Tengah.
Apakah Anda juga disunat dan mendapatkan efek buruk? Jika tidak ada pengaruh apa-apa, berarti kesehatan Anda cukup baik dan kualitas yang didapatkan dari seks bukanlah pengaruh dari pemotongan klitoris tersebut.