Elang Laut atau albatross, dijuluki “mesin terbang” hidup yang paling mengesankan di bumi ini, dan julukan itu bukannya tanpa alasan. Dengan bentangan sayap sepanjang tiga meter, burung laut terbesar ini sanggup terbang hingga kecepatan 115 kilometer per jam. Elang laut memang tampak kaku di darat, tetapi di angkasa dia benar-benar anggun dan menakjubkan untuk dipandang.

Di sana Elang Laut Royal Utara mulai berkembang biak antara usia enam dan sepuluh tahun. Perkembangbiakan terus berlangsung selama kehidupannya, yang bias cukup panjang. Beberapa dari burung ini kabarnya bisa hidup hingga lebih dari setengah abad.
Elang laut bertelur satu butir setiap dua tahun, dan menghabiskan satu tahun di antaranya di laut. Biasanya burung ini hanya mempunyai satu pasangan seumur hidupnya.

Selama sekitar 80 hari, si jantan dan betina mengeraminya sampai telur itu menetas di awal Februari. Kemudian, mereka secara bergiliran menjaga dan menyuapi anaknya dengan daging ikan dan cumi yang sudah dilumatkan dari tembolok mereka. Pada usia enam bulan, bobot si anak bisa mencapai 12 kilogram, jauh lebih berat dari seekor elang laut dewasa.

Sementara itu, berat badan si anak burung sudah turun dan bulunya sudah tumbuh lebat. Dan setelah jatuh berulang kali, ia berhasil membentangkan sayapnya dan lepas landas ke udara. Tujuannya lautan luas, tempat si elang laut muda akan hidup selama beberapa tahun berikutnya.
Setelah remaja, ia akan kembali ke Taiaroa Head. Di sana, sementara burung-burung dewasa sedang membangun sarang dan berkembang biak, elang laut muda akan menggunakan waktu mereka untuk berdandan, bermain, dan memamerkan kebolehan terbangnya yang sudah terlatih sempurna.