Pages

Super Kaya dari Bisnis Properti dan Keramik

Share and Enjoy! :

.
Wisma Mulia milik Grup Mulia (picasaweb)
Majalah Forbes belum lama ini kembali merilis daftar 40 orang terkaya di Indonesia pada 2010. Nilai kekayaan 40 orang super kaya itu mencapai US$71 miliar atau sekitar Rp640 triliun.

Jumlah tersebut meningkat pesat dibandingkan 2009 yang tercatat US$42 miliar atau hampir Rp380 triliun.

Pada urutan pertama, pemilik grup Djarum, Budi dan Michael Hartono, tercatat sebagai orang paling kaya di Indonesia. Total kekayaannya senilai US$11 miliar atau hampir Rp100 triliun.

Sementara itu, tujuh pendatang baru memupuk kekayaan lebih dari US$8 miliar atau sekitar Rp72 triliun.

Dari daftar 40 orang terkaya tersebut, terdapat pemilik Hotel Mulia, Eka Tjandranegara. Total kekayaan Tjandranegara mencapai US$525 juta atau sekitar Rp4,72 triliun.

Pria berusia 64 tahun yang menekuni bisnis real estat itu menempati peringkat ke-38 orang terkaya di Indonesia.

Berawal dari menjual bahan bangunan dengan tiga saudara kandungnya, Tjandranegara telah merintis bisnis Grup Mulia selama 40 tahun. Usaha mereka meliputi real estat, keramik, logam, hingga kaca.

Namun, Tjandranegara termasuk salah satu orang terkaya yang selama ini jarang terlihat di depan umum.

Selain memiliki Hotel Mulia di kawasan Senayan Jakarta, salah satu perusahaannya yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 17 Januari 1994 adalah PT Mulia Industrindo Tbk.

Perusahaan ini didirikan pada 5 November 1986 dan memiliki dua anak perusahaan, yaitu PT Muliaglass dan PT Muliakeramik Indahraya. Sementara itu, dua perusahaan sebagai kendaraan keuangannya adalah Muliaglass Finance Limited dan Muliakeramik Finance Limited.

Muliaglass menghasilkan float kaca, wadah kaca, glass block, dan kaca pengaman. Produk float kaca diekspor ke lebih dari 50 negara dengan volume ekspor mencapai 65 persen dari produksi perusahaan pada 2000. Glass block dan produk kaca pengaman juga dipasarkan di luar negeri.

Sebaliknya, kaca produk kontainer sebagian besar dijual di pasar domestik untuk barang konsumen dan industri farmasi.

Anak perusahaan lainnya, Muliakeramik Indahraya menghasilkan ubin lantai dan dinding keramik. Total kapasitas produksi sekitar 160.000 meter persegi per hari. Perusahaan mengklaim sebagai salah satu pemain paling efisien untuk pasar ubin domestik.• VIVAnews