Pages

Benarkah Bentuk Ka'bah Mulai Mengecil

Share and Enjoy! :


Sebagaimana kita ketahui kalau Ka’bah dijadikan sebagai kiblat bagi umat muslim di seluruh dunia. Bangunan-bangunan masjid dan mushola di wilayah timur ka’bah didirikan mengarah ke barat sedangkan yang di wilayah barat Ka’bah diarahkan ke timur. Begitu juga untuk wilayah-wilayah yang berada di sebelah utara maupun selatan semua diarahkan ke Ka’bah (kiblat). Tidak jarang sering kita temui pada bangunan-bangunan selain masjid yang juga memberikan tanda arah kiblat, seperti di rumah sakit misalnya.

Namun sekarang ini banyak diantara kita yang secara sengaja atau tidak disengaja mulai memalingkan wajah kita ke arah selain Ka’bah yang berupa bangunan berbentuk kotak persegi dan besar yang berada di Mekkah itu. Kiblat kita justru lebih sering mengarah ke bentuk “ka’bah” yang lebih kecil dan lebih menarik perhatian kita disaat gema suara adzan berkumandang, seperti: radio, televisi, computer, laptop, handphone dan lain sebagainya yang berbentuk kotak.

Mengapa demikian?

Hal ini sering kita perhatikan dalam keseharian kita, disaat waktu shalat tiba justru acara-acara seperti di televisi justru lebih menarik perhatian kita dan banyak yang kemudian menjadi terpaku di depan televisi daripada menunaikan ibadah shalat dan mengarahkan wajah kita ke kiblat. Ka’bah dan televisi juga sama-sama kotak!!! bukankah kalau yang terjadi seperti itu televisi bisa dijadikan analogi sebagai kiblat?! Lalu bagaimana dengan bentuk kotak lainnya yang bisa mengalihkan ibadah sholat?

Fenomena yang terjadi sekarang ini terkadang sungguh memprihatinkan, tanpa disadari ataupun tidak disadari kiblat kaum muslim mulai berubah bukan lagi ke Ka’bah yang berada di Mekkah, tetapi sudah mengarah ke hampir setiap sisi tempat kita berada, bahkan yang bisa kita kantongi.

Mudah-mudahan apabila hal ini terjadi pada diri kita, di luar salah dan benar kita mendapat ampunan Allah SWT atas kebodohan kita yang disadari maupun tidak disadari. 

http://adaapasekarang.blogspot.com/2011/05/bentuk-kabah-mulai-mengecil.html