Kamu badannya bau gak?
Kalau bau wangi sih enak, tapi gimana kalau baunya mengganggu pernafasan manusia lain?
Punya badan bau tidak sedap tentu dapat mengurangi kepercayaan diri
kamu. Bau badan yang tidak sedap biasanya berasal dari keringat di
ketiak. Untuk mengatasinya, kenali dulu penyebab ketiak berbau tidak
sedap. Ketiak mempunyai fungsi yang penting untuk mengeluarkan racun,
karena itu berkeringat penting untuk tubuh. Tapi bagaimana dengan bau
yang ditimbulkan?
Para ahli mengatakan bau tersebut berasal dari bakteri yang hidup di
ketiak manusia. Tapi penyebab utama bau ketiak adalah ekskresi
intestinal zat racun yang berbahaya yang mencoba untuk keluar, tapi
dengan penggunaan deodoran jalan keluarnya ditutup dan zat racun
tersebut dipaksa untuk tetap tinggal dalam sistem.
Selain itu, ada 4 faktor lain yang dapat menyebabkan bau badan tak sedap, seperti dilansir Livestrong:
- Makanan Makanan dapat mengubah bau badan alami seseorang. Makanan yang paling umum menyebabkan ketiak berbau antara lain bawang merah, bawang putih, jinten dan bubuk kari, yang dapat tinggal di dalam tubuh cukup lama sehingga bila bercampur dengan keringat akan meninggalkan bau tak sedap.
- Diabetes Keton, senyawa kimia yang dihasilkan ketika lemak diubah menjadi energi, dapat menyebabkan bau yang tidak sedap di ketiak. Penyakit diabetes yang mengakibatkan gangguan metabolisme sehingga tubuh sulit memecah gula dari karbohidrat menjadi energi, dapat menyebabkan seseorang mengeluarkan keton dalam urine dan keringat, terutama pada anak-anak. Untuk itu, anak-anak yang memiliki bau badan sebaiknya segera diperiksakan dan diuji untuk diabetes.
- Pubertas
- Hiperhidrosis Hiperhidrosis dapat juga berkontribusi terhadap masalah dengan bau badan. Hiperhidrosis adalah gangguan yang menyebabkan tubuh berkeringat berlebihan. Karena keringat lebih banyak pada tubuh, membuat kesempatan terjadinya bau badan lebih besar. Hiperhidrosis dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Sebagai contoh, obat-obatan seperti morfin, acetaminophen dan beberapa obat anti-psikotik dapat berkontribusi untuk berkeringat berlebihan. Gangguan dan kondisi tertentu seperti alkoholisme, asam urat, radang sendi, diabetes, obesitas dan menopause juga dapat berkontribusi untuk mengembangkan hiperhidrosis, menurut Society Hyperhydrosis Internasional.
Berkaitan Dengan Bau

