Pages

RAHASIA STRUKTUR PRIA YANG MENARIK

Share and Enjoy! :

Wanita pasti tertarik pada pria yang menarik. Satu kalimat yang sangat sederhana, namun sering membuat pria terjebak, terutama pada bagian kata 'menarik'.

Karena menurut Wikipedia, “An attraction is an interest, desire in something or someone,” kebanyakan pria berusaha jadi menarik dengan cara memenuhi keinginan dan kebutuhan wanita.

Dengan demikian, lahirlah berbagai budaya perlakuan yang spesial terhadap wanita, seperti sangat perhatian, rajin memujinya, menjadi dukun curhat, banyak berkorban, serba jaim, berlagak romantis dan gentleman, mengejar bertahun-tahun, dsb. Masih di kategori yang sama dengan itu adalah berusaha menjadi menarik lewat pemberian fasilitas, kemewahan dan hadiah unik yang tidak mungkin diberikan oleh pria lainnya.

Jujur, itu adalah ide yang logis dan bagus, hanya saja semua hal di atas hanya berhasil jika dan hanya jika sang wanita memang sudah sebelumnya tertarik pada Anda!

Jika ia belum tertarik, percuma saja Anda menunjukkan perlakuan-perlakuan menarik di atas. Malah seluruh wanita gebetan Anda akan jadi sebal dan membenci Anda.

Anda tidak percaya? Ijinkan saya mengutip salah satu bukti nyata yang saya kutip dari laporan salah seorang teman saya berikut ini.

Ini adalah salah satu contoh sikap seorang wanita terhadap pria lossy yang berusaha memberikan hadiah 'ngarep' untuk merayu sang wanita persis ketika Valentine's Day kemarin. Wanita itu adalah sahabat sang alumni yang bercerita bahwa dia sangat terganggu akan perlakuan tersebut dan meng-upload gambar-gambar berikut ini di Facebook-nya.

Gambar pertama adalah keempat macam hadiah Valentine (kartu ucapan Valentine, album diary, CD lagu soundtrack film Valentine's Day, boneka kucing yang lucu) yang diberikan sang oknum pria lossy kepada sang wanita pujaannya. Lalu gambar kedua dan ketiga ini adalah hasil akhir dari tragedi yang terjadi: boneka kucing ditikam dengan pisau dapur, CD lagu dipatahkan, cover CD disobek-sobek, spiral besi dari album diary ditarik putus hingga halamannya berserakan.

Saya harap gambar-gambar di atas cukup untuk menyakinkan Anda untuk berhenti bersikap lossy seperti itu. Jika Anda selama ini memang sudah menjauhkan diri dari strategi buruk itu, bagus...

... namun mungkin berarti Anda masuk ke kategori berikutnya, yakni sebagian pria yang mencoba menginterpretasikan 'menarik' dengan jalur yang lain: menghadirkan seribu satu macam ulah untuk menyentuh dan menggugah emosi para wanita.

Konsep utama yang melatarbelakangi strategi di atas adalah bahwa secara psikologis manusia (dan khususnya wanita!) teradaptasi untuk memproses, menilai, dan mengambil keputusan berdasarkan sisi emosional. Jadi jika semua pria berlomba-lomba bertindak logis, secuil pria lain yang bertindak kebalikannya pasti otomatis terasa menarik, bukan?

Saatnya introspeksi pertama. Silakan berkaca sebentar pada ketiga pertanyaan berikut sesuai dengan pengalaman Anda selama ini:

* Apakah Anda pernah mengalami situasi seperti di contoh atas?

* Apakah Anda memiliki seribu satu mekanika ajaib yang seharusnya bisa membuat wanita tertarik namun hal itu masih agak jarang terjadi?

* Apakah Anda menghabiskan waktu ratusan jam mencari berbagai tehnik ampuh untuk menjadi pria yang serba menarik dan mudah menarik wanita di mana saja?


Saya yakin Anda bisa bercermin pada pertanyaan di atas. Anda juga sekaligus bisa mengenali dengan mudah teman-teman Anda yang bersikap demikian. Kapanpun Anda teringat orang yang demikian, segera sampaikan alamat artikel ini di akun Facebook atau Twitter mereka. Jangan biarkan mereka berlarut-larut di sana!

Dalam kasus sahabat saya di atas, butuh waktu nyaris satu tahun bagi sahabat saya itu untuk akhirnya benar-benar mengerti dan berhenti mengulangi kesalahannya. Saya tidak ingin Anda menghabiskan energi dan waktu selama itu, itu sebabnya penting sekali bagi Anda untuk memusatkan perhatian pada apa yang akan Anda baca berikut ini.

Pria yang menarik bukanlah pria yang mempresentasikan atau menampilkan sesuatu yang menarik. Berbicara tentang pria yang menarik berarti berbicara tentang pria yang memiliki kualitas yang menarik, tanpa perlu berusaha secara sadar untuk menampilkannya.

Ia memiliki aura kemenarikan sudah menjadi sebuah kepemilikan yang benar-benar terasa dan nyata, bukannya sekedar serentetan aksi yang harus dilakukan.

Anda pasti sesekali melihat di shopping mall seorang pria yang hanya menggunakan sendal jepit, celana pendek dan T-shirt polos namun entah bagaimana Anda bisa merasakan dia sama sekali bukan orang dari tingkat ekonomi rendah. Secara penampilan, ia tergolong 'kampung', lusuh dan seolah bodoh karena berkeliling mall mewah dengan kostum demikian.

Tapi, anehnya feel yang Anda rasakan dari dia benar-benar berbeda dari aksi penampilannya.

Itulah yang saya maksud dengan kemenarikan yang dimiliki dan nyata tanpa perlu susah payah ditampilkan. Kemenarikan itu wajib terhadirkan secara sinergis di segala aspek kehidupan Anda alias holistik, bukannya spesifik dalam hubungan romansa.

Jadi jika Anda berfokus pada 'apa yang harus Anda lakukan', maka Anda jadi orang yang selalu memikirkan agenda berikutnya dan berikutnya dan berikutnya dst. Padahal wanita memiliki radar yang super sensitif untuk mendeteksi apakah Anda benar-benar pria yang berkualitas menarik atau hanya pria yang mengetahui cara-cara untuk menarik perhatiannya.

Camkan baik-baik hal ini: pria yang menarik tidak pernah berusaha menarik perhatian!

Kasus lain yang sering saya temukan adalah orang yang terbiasa dengan tehnik dan konsep spektakuler seputar menggaet wanita justru menyimpan keraguan di dalam hati bahwa mereka tidak berhak mendapatkannya. Mereka seperti anak kecil dengan cangkang yang mewah.

Introspeksi kedua yang wajib Anda renungkan:

* Apakah Anda terfokus untuk menghanyutkan perasaan para wanita?

* Apakah Anda memiliki sejumlah tehnik berkata-kata yang mampu membuatnya tidak bisa berhenti memikirkan dan mengejar Anda?

* Apakah Anda mengetahui celah rahasia untuk membuatnya bersedia meninggalkan kekasihnya dan melawan perintah orangtuanya demi berlari ke pelukan Anda?


Jawaban ya berarti Anda hanya mengetahui banyak cara agar terlihat menarik, alias Anda harus terus bekerja keras agar wanita bisa melihat hal-hal tersebut.

Di detik Anda berhenti melakukannya, lupa, atau kehabisan ide orisinal, Anda tidak lagi terlihat menarik. Lebih parahnya, para wanita akan menyadari bahwa Anda bukan pribadi seperti yang mereka pikir sebelumnya.

Jika Anda berusaha menarik perhatiannya dengan mendemonstrasikan kecanggihan, kekuatan, keahlian, dan kelebihan tertentu, you're doing it totally wrong, brothers!

Saya kutip dari Social Psychology Spark Notes, “Women tend to value partners' social status, wealth, and ambition because these are characteristics of attractive successful men.” Perhatikan bahwa wanita tidak pernah mementingkan apa yang bisa Anda lakukan, melainkan apa yang Anda miliki pada diri Anda.

Jadi sekalipun Anda bisa saja melihat hasil bila ahli melakukan tips-trik ini itu, para wanita hanya akan menempel sesaat dalam hidup Anda. Coba jujur, seberapa sering hal itu terjadi pada Anda?

Mereka hanya tertarik, namun tidak menempel. Energi kemenarikan Anda sangat lemah jika Anda tidak melewati anak tangga sebelumnya, yakni Attention yang menjadi pusat dari segala ketertarikan dan kemenarikan.
sebagai Pria Glossy, kemenarikan Anda dimulai dari menanamkan konsentrasi dan perhatian yang sangat besar pada diri Anda sendiri.

Semakin besar perhatian yang Anda berikan pada diri, semakin meningkat kualitas Anda yang bisa ditampilkan dan akhirnya dimiliki.

Hubungan Attention dan Attraction bisa dianalogikan seperti sebuah cermin. Agar dapat memantulkan cahaya dengan baik, cermin itu wajib bersih permukaannya (attention) kemudian dihadapkan pada sumber cahaya yang kuat (attraction).

Anda percuma saja mengarahkannya ke berbagai variasi sumber cahaya yang kuat jika permukaan cermin itu penuh dengan noda, berdebu, atau bahkan penuh dengan celah keretakan.

Singkatnya, berhentilah berusaha menarik perhatian sang wanita karena nyaris seluruh pria seperti itu. Lakukan sesuatu yang lebih dewasa, yaitu mulai dengan mengulik dan membenahi diri sendiri karena Anda sangat layak untuk mendapatkan perhatian jauh sebelum Anda menarik perhatian, apalagi memperhatikan orang lain.

Anda wajib untuk memberikan perhatian yang luarbiasa pada diri Anda sendiri hingga tercipta sebuah pribadi yang sangat menarik. Itulah yang saya sebut dengan prelational skill karena harus diciptakan dan dikuasai sebelum Anda mampu berhubungan dengan orang lain.

Apakah selama ini Anda sudah melakukan itu? Dengan maksimal?

Kebanyakan orang sudah menyadari bahwa ada sesuatu yang kurang pada dirinya, jadi mereka berusaha mengatasinya dengan cara mencari orang lain yang bisa melengkapi kekurangan tersebut. Itulah kasus yang sering menjadi alasan mengapa seseorang memutuskan untuk untuk berpacaran dan menikah. Karena mereka merasa tidak sempurna, butuh dilengkapi.

Motivasi yang sangat lossy dan keliru, sobat.

Anda seharusnya tidak berpasangan karena merasa tidak sempurna, melainkan karena Anda sudah sempurna dan ingin berbagi kesempurnaan itu dengan orang lainnya. Percayalah, wanita tidak tertarik untuk membuat hidup Anda terasa lebih sempurna, indah, dan baik!

Justru mereka-lah yang mencari pria yang mampu membuat mereka merasa demikian.

Ketika Anda beralih dari paradigma saya-membutuhkan kepada saya-berkelebihan, maka sesuatu yang ajaib terjadi. Orang yang sudah terbiasa memiliki sesuatu dengan berkelebihan tidak akan menjadi norak dan pamer seperti anak kecil. Dia tidak akan sibuk unjuk kebolehan untuk memancing perhatian orang.

Ingat kembali contoh pria dengan penampilan seolah-olah lusuh di shopping mall tadi. Kira-kira menurut Anda, impresi manakah yang Anda dapatkan ketika melihatnya: saya miskin dan membutuhkan atau saya kaya dan berkelebihan?

Pasti yang kedua, 'kan? Pria tersebut sangat yakin dengan apa yang ia miliki. Ia nyaman dengan dirinya. Ia terbiasa memperhatikan dirinya dengan baik setiap saat, sehingga ketika ia sedang ingin tampil cuek santai, aura kepemilikan kharisma itu tetap menempel pada dirinya.

Itu sebabnya Anda mungkin merasa jengah atau sirik jika melihat orang-orang yang bergaya demikian, khususnya bila Anda tidak memiliki paradigma sama seperti dia.

Saya harap Anda tidak malah melencengkan contoh di atas dengan berkesimpulan Anda tidak perlu memperhatikan etika berpenampilan. Karena orang-orang yang demikian justru mengerti tata cara penampilan yang baik. Semenjak kecil mereka biasanya sudah terdidik untuk memodifikasi image sesuai dengan situasi dan kebutuhan. Bahkan tidak jarang dari mereka mengikuti kelas tehnik pergaulan, bisnis, dan kepribadian dari John Robert Power dan sejenisnya.

Jadi mereka terbiasa mengembangkan pusat ego yang sehat (attention) dan melakukan tehnik yang tepat lewat kelas-kelas pengembangan diri (attraction), sehingga kemenarikan itu sudah menempel (attachment) menjadi bagian yang tidak bisa terpisahkan dari mereka, tanpa bergantung pada gaya perilaku maupun tehnik penampilan mereka.

Saatnya introspeksi diri lagi untuk terakhir kalinya:

* Apakah Anda harus terus-menerus melakukan sesuatu agar wanita tertarik pada Anda?

* Apakah Anda tidak bisa berhenti menganalisa apa lagi yang perlu Anda lakukan berikutnya?

* Jika Anda berhenti sejenak saja, terserah karena lupa atau lelah, apakah mereka kehilangan dan berpaling pada orang lain?


Jika jawabannya ya, maka itu karena Anda sudah melompat pada anak tangga Attraction tanpa melewati anak tangga Attention.

Perhatikan kebiasaan para wanita yang populer, cantik dan menarik. Jika Anda mengenal mereka dengan baik, Anda akan menyadari bahwa sedari dini, jauh sebelum mereka mengenal seluk-beluk kosmetik, mereka dibiasakan secara detil dan ekstra memperhatikan dirinya, sebagaimana Loretta Young menyebutnya, “The split second she ceases to care is the only time a woman ceases to be attractive.”

Wanita demikian terbiasa berpikir bahwa dirinya adalah aset yang perlu dipupuk, dijaga dan dikembangkan. Mereka sangat memahami bahwa mereka mudah menjadi pusat perhatian, pusat pemujaan, pusat impian banyak orang jika mereka membangun diri dengan baik.

Ketika mereka beranjak dewasa, penguasaan kosmetik dan matriks sosial semakin melipatgandakan atensi yang sudah mereka berikan semenjak kecil. Jumlah konsentrasi yang mereka beri pada diri sendiri akan selalu membuahkan ketertarikan. Mengutip Kevin Costner di film Field of Dreams, “Build, and they will come!”

Hal yang sama perlu terjadi pada diri Anda, sobat! Jika Anda ingin jadi menarik, berikan penekanan dan perhatian yang terbesar pada organisme diri Anda sendiri. Seperti yang pernah saya tulis dahulu, cara terbaik untuk mendapatkan seorang wanita adalah dengan cara tidak berusaha mendapatkannya.

Sebelum berusaha mendapatkan dirinya, pastikan Anda sudah mendapatkan diri sendiri!

Lupakan ambisi menggaet wanita idaman Anda. Bangunkan terlebih dahulu fokus ego Anda yang terhilang. Berikan makanan paradigma yang kaya dan bergizi. Lalu yang terakhir kembangkan sistem kerja yang bisa mengakomodasi semuanya, karena mindset saja bagaikan bensin yang tidak berguna jika tidak memiliki kerangka mesin yang bekerja.

Inilah pentingnya memahami proses yang terjadi antara Attention dan Attraction. Anda sudah melangkah menjadi Glossy semenjak anak tangga pertama dan kedua, namun buah glosifikasi yang sesungguhnya berada pada anak tangga yang ketiga, Manifestation Level. Di sini Anda tidak lagi berpikir, merancang, dan berusaha untuk menjadi menarik, melainkan kemenarikan itu sudah termanifestasi nyaris-otomatis.

Saya sebut Attachment juga karena pada titik inilah segala macam kesuksesan (mulai dari pendidikan, karir, wanita, percintaan, dsb) menempel pada diri sang pria. Sebagian orang menyebutnya dengan istilah pria yang bersifat magnetik secara natural atau alamiah.

Dalam realita, tidak ada yang namanya natural. Segala sesuatu memiliki struktur dan proses. Bedanya para pria yang terlihat natural itu tidak pernah menyadari (conscious) tentang proses yang dia sudah jalani dan struktur yang sedang dia lakukan.

Gambaran Pria Glossy yang kami sebut di ini adalah pria yang memiliki kualitas menarik seperti itu. Pria Glossy tidak membatasi dirinya untuk sekedar menarik di mata wanita ataupun diidam-idamkan wanita. Itu adalah perkara kecil yang layak digandrungi anak kecil.

Wanita tidak pernah menjadi tujuan dan harapan dari segala aksi para Pria Glossy, melainkan keindahan yang termanifestasi sebagai hak yang otomatis mereka dapatkan selagi mereka sibuk mengerjakan hal-hal lainnya.
Wanita dan percintaan adalah sekedar bunga dan buah yang menjadi hak Pria Glossy!

Dan makanan keras yang Anda kunyah telan hari ini adalah berhenti mencoba menjadi menarik.

Lebih spesifik lagi, berhenti berusaha menjadi pria penarik wanita!
Yang perlu Anda lakukan adalah memiliki kemenarikan dengan mengembangkan fokus atensi pada diri Anda. Tidak akan ada tips dan tehnik apapun yang bisa meningkatkan ketertarikan/kemenarikan jika Anda tidak pernah merekonstruksi diri Anda agar berhak dan layak dijadikan pusat perhatian.